![]() |
| Presiden Yudhoyono in Timor Leste bersama Jose Ramos-Horta. [Reuters] |
PacePapushare - Sepuluh tahun setelah Timor Timur menyatakan
kemerdekaannya, seorang wakil Papua mengatakan, Indonesia masih belum belajar
dari kesalahannya disana.
Koordinator Urusan Luar Negeri dari Republik Federasi Papua Barat,
Jacob Rumbiak, mengatakan, Indonesia mengulang kesalahannya di masa lalu.
"Presiden Indonesia harus belajar dari sesuatu dari masa lalu
dimana mereka melakukan kesalahan," kata Rumbiak.
"Mereka harus tahu bahwa ada sesuatu yang salah dan meminta
maaf."
Ini dikemukakan oleh Rumbiak setelah Presiden Susilo Bambang
Yudhyono menghadiri perayaan kemerdekaan Timor Leste pada akhir pekan.
Sementara Timor Timur berhasil memisahkan diri dari Indonesia,
Papua masih merupakan bagian dari Indonesia meskipun sudah berjuang selama
bertahun-tahun.
"Indonesia masih membunuh di Papua," kata Rumbiak.
Ia mengatakan, meskipun memaafkan itu penting, namun banyak rakyat
Papua ingin keadilan atas kejahatan yang terjadi disana, dan mungkin bahkan
dapat menggugat orang-orang seperti Presiden SBY.
Sumber : radioaustralia.net.au

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar