Generasi yang
dilupakan di zaman modern ini.
![]() |
| google img.ist |
PacePapushare - Berkeliling di setiap kota di Papua tentu akan
kita jumpai sekelompok anak-anak gelandangan atau yang disebut Anak Aibon versi
Papua.
Saya teringat waktu saya SMP
Thn 2001-2004 dan SMA 2004-2007 setiap saya pulang sekolah saya lansung
ke tempat cuci mobil dan mencuci mobil dari jam 3-6 sore paling tinggi Rp yang
saya dapat kira-kira 15-20.000,- dan jeleknya lagi sehabis mencuci sama
teman-teman langsung kami menuju ke kios dan membeli aibon, minuman beralkohol,
rokok dan lain-lain. bukanya sampai di situ saja, tetapi kami pergi ke
sebuah gubuk dan main judi antara sesama kami hasil uang cuci mobil dan hasil
yang lain. Sampai saya tamat SMP dan SMA dan saya lanjutkan perguruan tinggi.
Dan waktu saya pulang liburan saya kunjungi tempat-tempat perjalan saya dulu dan di daerah lain atau kota lain di Papua ternyata masih sama dan saya menghening, ya ampun Tuhan apakah nasip memang seperti ini terus .. ? sambil saya menatap semua yang di lakukan anak-anak ini.
Dan menurut perjalanan saya kemarin saat pulang liburan, Anak-anak ini tdk jelas seperti saya dulu tapi saya masih bisa sekolah sahabat, tetapi mereka ini sama sekali tidak hanya 1-3 anak yang sekolah sambil aktivitas sehari-harinya dan yang lainnya tadak sekolah.
Kemudian dipagi hari mereka sudah keluar rumah dan muncul saat jam makan siang, dan mengilang lagi ketempat-tempat mereka beraktiitas.
Ketika ditanya aktivitasnya, mereka mengatakan
cari uang dengan cara kumpul kaleng dan barang-barang lain yang dicari orang
untuk kemudian mereka jual.
Selain itu, mereka juga duduk ditempat cuci mobil atau motor supaya ia disuruh mencuci agar dapat dibayar entah berapa.
Tetapi adapula hal lain yang seringkali mereka merasa berat mengungkapkannya yakni mencuri, isap aibon, merokok dan minum minuman ber-alkohol.
Selain itu, mereka juga duduk ditempat cuci mobil atau motor supaya ia disuruh mencuci agar dapat dibayar entah berapa.
Tetapi adapula hal lain yang seringkali mereka merasa berat mengungkapkannya yakni mencuri, isap aibon, merokok dan minum minuman ber-alkohol.
Sekelompok anak-anak ini pada umumnya berasal dari masyarakat
lokal (pribumi) yang orang tuanya kurang memperhatikan, akibat sibuk dengan
pekerjaan di luar rumah dan sekalipun orang tuanya ada di rumahpun, mereka
kurang mengontrol anak-anak degan pemahaman bahwa biarkan ia main-main dengan
teman-temanya.
Seperti saya dulu tetapi ada hal lain yang saya rasa sedih adalah
sekarang seharusnya sudah lebih maju sedikit atau berkurang tetapi tidak ada
perkembangan juga kok masih saja seperti itu terus.
Ditengah realitas seperti ini, tidak ada satu pihak yang berperan untuk
memberdayakan mereka sekalipun Otsus sudah berjalan 14 Tahun lebih.
Apa jadinya anak-anak ini kedepan bila mereka terus dibiarkan?
Potret anak jalanan
Penulis naska : Jhon W.
Apa jadinya anak-anak ini kedepan bila mereka terus dibiarkan?
Potret anak jalanan
Penulis naska : Jhon W.

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar