| Panglima TNI Jenderal Moeldoko. KOMPAS.COM/Sandro Gatra |
Jakarta, Pacepapushare — Panglima TNI Jenderal Moeldoko
mengecam aksi penembakan yang terjadi terhadap Serka Wendy, salah satu anggota
TNI di Puncak Jaya, Papua. Moeldoko menuding ada pihak yang sengaja membuat
situasi di Bumi Cenderawasih kacau.
"Motifnya ada pihak yang tidak ingin Papua tenang," ujar Moeldoko di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Moeldoko menjelaskan, saat itu Serka Wendy tengah berbelanja, tetapi tiba-tiba saja ditembak orang tak dikenal. Moeldoko mengklaim hubungan TNI dengan warga Papua sangat baik.
"Tapi, justru ada pihak-pihak yang melakukan tindakan seperti itu. Ini harus disikapi," kata Moeldoko. Hingga kini, lanjut Moeldoko, pelaku penembakan masih diburu aparat kepolisian.
Seperti diberitakan, Serka Wendy, anggota Koramil Ilu, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, tewas setelah ditembak orang tak dikenal di Pasar Ilu, Kamis (28/11/2013) pukul 10.00 WIT. Penembak mengarahkan senjata ke wajah Wendy dan peluru itu mengenai pipi kiri dan menembus mata kirinya. Wendy sempat dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum dievakuasi ke RS Marthen Indey, Jayapura.
"Motifnya ada pihak yang tidak ingin Papua tenang," ujar Moeldoko di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Moeldoko menjelaskan, saat itu Serka Wendy tengah berbelanja, tetapi tiba-tiba saja ditembak orang tak dikenal. Moeldoko mengklaim hubungan TNI dengan warga Papua sangat baik.
"Tapi, justru ada pihak-pihak yang melakukan tindakan seperti itu. Ini harus disikapi," kata Moeldoko. Hingga kini, lanjut Moeldoko, pelaku penembakan masih diburu aparat kepolisian.
Seperti diberitakan, Serka Wendy, anggota Koramil Ilu, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, tewas setelah ditembak orang tak dikenal di Pasar Ilu, Kamis (28/11/2013) pukul 10.00 WIT. Penembak mengarahkan senjata ke wajah Wendy dan peluru itu mengenai pipi kiri dan menembus mata kirinya. Wendy sempat dilarikan ke puskesmas terdekat sebelum dievakuasi ke RS Marthen Indey, Jayapura.
Penulis
|
: Sabrina
Asril
|
Editor
|
: Hindra
Liauw
|
Sumber
: kompas.com
Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar