![]() |
| (ilustrasi, nasioanl news) |
Internasioanal, PacePapushare - Dengan
dukungan empat belas (14) lembaga NGO baik lokal, nasional dan
internasional, Fransiskan Internasional, suara di PBB, mengajukan desakan
kepada PBB untuk memperhatikan pembunuhan sewenang-wenang atas 2
warga sipil Papua.
Dua warga sipil yang statusnya sebagai Anak sekolah
(Siswa) SMK Kelas Tiga ditembak di pasar gorong-gorong kompleks biak
Timika papua, 28 September 2015. Berikut Nama korban yang tertembak: KALEB
BAGAU Umur 18 Tahun tertembak Mati, status Masih Pelajar SMK Kuala Kencana
Jurusan Otomotif dan Efrando I.S Sabarofek Umur (17 Thn) di tembak di
bagian Dada dan kaki, sementara lagi kritis di RSUD sp 1 Timika Papua.
Selama beberapa tahun terakhir diduga sembilan siswa telah
dibunuh oleh polisi dan militer Indonesia di Kabupaten Timika. Tingkat
eksekusi di luar hukum di Papua dan Papua Barat terus berlanjut meskipun
janji perubahan dalam pendekatan oleh pihak berwenang terus berulang
disampaikan. Dalam semua kasus eksekusi, para korban merupakan penduduk
asli Papua. Penduduk asli Papua mendapat perlakuan tidak manusiawi
dan terang-terangan menjadi bagian dari korban rasisme dan kekerasan pasukan
keamanan Indonesia di Papua Barat. Pihak berwenang mungkin menutupi hal ini
seperti yang biasa dilakukan dalam proses peradilan pidana , dan pelaku mungkin
tidak pernah dimintai pertanggungjawaban.
Sumber : jpicofmindonesia.com

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar