![]() |
| Gubernur Papua Lukas Enembe Saat Berbincang Dengan Kepala Dinas Perkebunan Papua, John Nahumury – Jubi/Alex |
Jayapura, PacePapushare –
Gubernur Papua, Lukas Enembe, menegaskan pemberian dana Otonomi Khusus (Otsus)
untuk rakyat Bumi Cenderawasih hanya kamuflase pemerintah pusat untuk menutupi
besarnya kontribusi PT. Freeport Indonesia pada negara.
Pasalnya, Freeport mengklaim telah memberikan kontribusi
sebanyak US$ 37,46 miliar atau setara Rp 487 triliun.
“Bayangkan sumbangan kepada negara sebesar itu, apalagi
dengan nilai saham Freeport yang tinggi. Ini tidak adil karena dana Otsus yang
diterima Papua tiap tahun hanya sekitar Rp 4,5 triliun,” kata Lukas Enembe, di
Jayapura, Jumat (26/2/2016).
Enembe menilai yang diterima Papua itu tak ada apa-apanya
dibanding dengan yang diterima pusat. Ini yang disebut Otsus hanya kamuflase
pusat untuk menutupi kontribusi perusahaan raksasa tersebut.
“Nilai itu tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan yang
diterima pusat,” ucapnya.
Menurut Enembe, sejauh ini pemerintah pusat tidak memberi
respek terhadap rakyat dan tanah Papua yang sumber daya alamnya dieksploitasi,
namun tidak menerima imbalan yang setimpal. Untuk itu, dirinya menuntut pusat
harus adil dengan memberikan dana paling kurang Rp 20 trilun.
“Harusnya kita dikasih Rp 10-20 triliun setiap tahun. Untuk
apa cuma memberi hampir Rp 5 triliun. Ini tidak adil,” kata Enembe.
Menanggapi itu, Gubernur Lukas Enembe minta pemerintah pusat
tidak memberitakan kebohongan mengenai kontribusi Freeport Indonesia kepada
negara.
“Sebenarnya Wapres JK bicara bohong tempo hari yang
mengatakan kontribusi Freeport ke negara hanya Rp 17 miliar. Besaran Rp17
miliar apanya, data Freport sudah jelas,” ucapnya. (Alexander Loen)
Sumber : tabloidjubi.com

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar