![]() |
| Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo Ft Papuapos.ist |
Jayapura, PacePapushare - Terkait kabar Gubernur Provinsi Papua Lukas
Enembe berniat mengembalikan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, dianggap
Bupati Kabupaten Jayawijaya sebagai hal yang sangat tidak relevan.
Demikian diungkpakan Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo kepada wartawan
usai memberikan kuliah umum di Kampus Otto Geisler, karena Otsus itu untuk
masyarakat dan dirasakan oleh masyarakat.
Sehingga rencana pengembalian Otsus itu bukan kewenangan Pemerintah
Provinsi, melainkan oleh masyarakat. "Karena masyarakat yang merasakan
Otsus, bermanfaat atau tidaknya itu masyarakat punya hak, bukan pemerintah
Provinsi karena pemerintah daerah hanya kepanjangan tangan pemerintah
pusat" katanya, Senin (22/2) kemarin.
Ia menegaskan, tidak boleh Pemerintah Daerah mengembalikan Otsus,
karena hal itu dianggap konyol, dan tak masuk diakal. "Pernyataan
pengembalian Otsus ke pusat oleh pemerintah provinsi itu sangatlah konyol, yang
betul adalah jika masyarakat tidak merasakan Otsus maka masyarakatlah yang
menuntut mengembalikan, bukan pemerintah, kalau ada pemimpin yang meminta Otsus
dikembalikan itu perlu dipertanyakan,"tegasnya.
Dirinya sebagai Bupati Jayawijaya, yang juga akan maju dalam bursa
Pilkada Gubernur Papua tahun 2018 mendatang meminta kepada
pemerintah pusat untuk segera mengaudit dana Otsus yang telah bergulir sejak tahun
2001 di Papua.
"Otsus ini siapa yang pake, mengalir kemana, untuk siapa dan
bagaimana itu harus diaudit. pemerintah pusat harus berani untuk
itu,"ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menerima
dana Otsus sebesar Rp. 117 Milyar, dari pembagian 80 persen Dana Otsus Papua,
namun dirinya masih mempertanyakan akan kejelasan nominal pembagian tersebut.
"Bicara 80:20 dana Otsus saya tidak tahu, apakah pembagiannya
rasional atau tidak, karena yang bagi pemerintah provinsi dan kita tidak pernah
terlibat," katanya.[res]
Sumber : papuapos.com

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar