![]() |
| Support from our Pan-Pacific family in the Federated States of Micronesia. |
PacePapushare - Dukungan
Papua Merdeka terus mengalir dari berbagi pemerhati Hak Asasi Manusia dan isu
Papua merdeka juga sangat hangat menjadi Internasional isu. Dan di bawah ini
adalah salah satu dukungan dari Mikronesia seperti yang dilansir disitus infopapua.org
Dukungan
dari keluarga Pan-Pacific kami di Negara Federasi Mikronesia.
DUKUNGAN
DARI MIKRONESIA
BERHENTI
PEMBUNUHAN saudara-saudara kita.
Papua
Barat Merdeka!
Ini
adalah demonstrasi Papua Barat Merdeka pertama dari negara dan kami sangat
berterima kasih untuk semua orang yang mengambil bagian di dalamnya dan terus
menunjukkan dukungan bagi perjuangan rakyat kita untuk kebebasan.
Dukungan
berkembang setiap hari untuk Papua Barat bebas!
Silahkan
kunjungi www.freewestpapua.org/take-action untuk mengetahui bagaimana Anda
dapat membantu perjuangan.
Terima
kasih banyak
Sumber:
infopapua.org

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Ratapan 5:1-22 (TB) Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami.
BalasHapusMilik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing.
Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda.
Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran.
Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat.
Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti.
Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.
Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada.
Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami.
Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan.
Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda.
Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati.
Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu.
Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi.
Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan.
Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa!
Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur: