![]() |
| KRI Hiu 804 dan KRI Layang 805 |
PacePapushare - Pengamat Hukum Universitas Cendrawasih, Marinus Yaung mengaku
kecewa dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya
pemerintahan Jokowi tidak berlaku adil terhadap masyarakat Papua.
"Negara ini sangat mencurigai kami warga Papua. Keselamatan
Jokowi terancam saat datang ke Papua, kami dianggap musuh," kata Marinus
Yaung menggebu saat menjadi pembicara di acara Diskusi Publik bertajuk 'Jokowi,
Kenapa (tak) urus HAM Papua' di Kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, Jumat (4/3).
Sebagai masyarakat Papua, Marius mengaku sangat kecewa dengan
pengamanan yang dilakukan pemerintah Jokowi saat orang nomor satu itu
bertandang ke Papua beberapa waktu lalu. Ada sekitar 6.000 personel TNI dan
Polri yang melindungi Presiden Jokowi saat itu.
Tak hanya itu, beberapa pesawat sukhoi terus mengudara di langit
Papua mengawasi. Dua kapal perang juga bersiaga di laut.
"Negara ini aneh, kami diperlakukan seperti musuh dengan
pengamanan seperti itu. Itu melukai hati kami warga Papua. Padahal 80 persen
suara Papua memilih Jokowi," tambah dia.
Ia juga bercerita bahwa ada masalah ketahanan pangan kerap
terjadi saat cuaca ekstrem. Di Papua setiap hari Kamis selalu ada Pasar Kamis.
Di pasar itu, masyarakat dari berbagai daerah pasti akan berdatangan untuk
membeli bahan makanan. Sayangnya bahan makan yang dijual oleh tentara itu
kebanyakan sudah kedaluwarsa.
"Ada Pasar Kamis di Papua. Semua barang yang dijual
kedaluwarsa. Rotilah, biskuitlah semua kedaluwarsa dan itu milik tentara,"
lanjut dia.
Sebab tak ada bahan makanan lain, mereka terpaksa membeli dan
memakan makanan kedaluwarsa itu. Akibatnya, anak-anak yang mengonsumsi itu
terkena diare berhari-hari dan meninggal setelahnya.
"Karena cuaca ekstrem mereka terpaksa makan itu. Yang
terjadi adalah banyak anak yang mati. Mati karena mencret tiga hari, mencret
dia mati mati!" ungkap dia dengan kekesalan.
Ia mengaku selama negara tidak melakukan pendekatan dialog dalam
mengatasi permasalahan Papua, perdamaian tidak akan pernah terjadi. Dia juga
menyayangkan sikap pemerintah yang enggan duduk bersama dengan warga Papua
untuk menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi di Papua.
Sumber : posmetro.info

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar