![]() |
| Foto/Wendanax’soon Nggembu Enggilek/fb |
Dengan sikap KNPB menyatakan bahwa Bapak Kapolres anda yang hadir di atas tanah Papua ini adalah "ILEGAL" tanggal 01 Mei 1963 administrasi West Papua diserahkan ke pangkuan NKRI adalah "REKAYASA" oleh Belanda, Amerika, dan PBB sendiri demi kepentingan ekonomi di Papua Barat (Freeport).
Karena Kemerdekaan itu ialah HAK segala Bangsa!
Dan karena tindakan anda itu tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan peri Keadilan bagi seluruh Rakyat Bangsa Papua (Timika).
Dan juga anda harus tahu bahwa wilayah kemerdekaan Indonesia adalah dari Sabang sampai di Amboina, mengapa tidak sampai di Papua?
Ingat bapak Kapolres anda tidak akan pernah berhasil membubarkan gerakan KNPB di Timika. KNPB bukan ILEGAL tetapi KNPB adalah "LEGAL" karena persoalan Papua Merdeka sudah sampai di Dunia Internasional (PBB), bukan lagi taputar di Timika dan Jakarta!
Ternyata dengan gerakan atau tindakan TNI POLRI ini dinyatakan kepada Dunia bahwa sudah tidak ada kepercayaan lagi. Anda tidak bisa membatasi HAK kami untuk Merdeka! Kami KNPB Timika akan tetap terus berjuang dengan secara damai di bumi Amungsa! Tegasnya. (MF)
Karena Kemerdekaan itu ialah HAK segala Bangsa!
Dan karena tindakan anda itu tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan peri Keadilan bagi seluruh Rakyat Bangsa Papua (Timika).
Dan juga anda harus tahu bahwa wilayah kemerdekaan Indonesia adalah dari Sabang sampai di Amboina, mengapa tidak sampai di Papua?
Ingat bapak Kapolres anda tidak akan pernah berhasil membubarkan gerakan KNPB di Timika. KNPB bukan ILEGAL tetapi KNPB adalah "LEGAL" karena persoalan Papua Merdeka sudah sampai di Dunia Internasional (PBB), bukan lagi taputar di Timika dan Jakarta!
Ternyata dengan gerakan atau tindakan TNI POLRI ini dinyatakan kepada Dunia bahwa sudah tidak ada kepercayaan lagi. Anda tidak bisa membatasi HAK kami untuk Merdeka! Kami KNPB Timika akan tetap terus berjuang dengan secara damai di bumi Amungsa! Tegasnya. (MF)

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar