![]() |
| Dukungan rakyat Vanuatu (PNG) untuk Papua Barat Merdeka islandsbusiness.com |
PacePapushare - Kunjungan Luhut Kemenkopolhukam ke Fiji dan PNG telah merasa sudah mengantongi dan berbangga untuk meredam isu Papua merdeka. Namun dikutip di WBBaR (30/03/016), Dalam kunjungan tersebut Indonesia tidak memiliki pilihan kiri, tapi untuk menawarkan referendum sebagai satu-satunya pilihan untuk menyelesaikan masalah Papua Barat, ada beberapa provinsi di Indonesia adalah orang kami kelurga kami sebagai ras Melanesia, Tapi, teori politik menunjukkan bahwa membuka jalan bagi sebuah federasi dari negara-negara yang lebih atau kurang independen belum bersatu karena jahitan antropologi politik Indonesia.
Juga dalam pantauan PacePapushare, rakyat Fiji dan PNG adalah
sebagian dari orang Papua Barat yang mengungsi keluar dari Papua Barat, misalnya
sejak perang pembataian orang gunung tahun 1966-1977 dan pengunggsi dari
pengejaran aparat RI dan lain sebagainya, disana mereka katakan terimakasih
bantuanya namun Papua Barat adalah sebagian dari keluarga kami, bukan karena
sama-sama ras Melanesia namun kami adalah satu keluarga yang terbagi kata
mereka.
![]() |
| Aksi dukungan rakyat Fiji untuk Papua Barat – #WeBleedBlackandRed |
Tanggapan yang sama Juga dikutib di suarapapuan.com, menurut Laurenzus
Kadepa, Senin (4/4/2016) Indonesia
tidak akan pertahankan Papua dengan cara tidak benar dan dengan cara-cara
bicara lain main lain dan juga dengan cara kekerasan.
Lanjut Kadepa, “Soal PNG dan
Fiji saya pikir di tingkatan kepala negara boleh saja Luhut klaim sudah
mempengaruhi soal isu Papua. Saya tidak yakin kalau dengan rakyat PNG dan Fiji.
Karena rakyat pasifik mendukung Papua bukan unsur politik tetapi dukungan
kekeluargaan, hubungan kultur sebagai sesama ras Melanesia. Jadi kesimpulannya,
Luhut tak bisa bendung dukungan Pasifik untuk Papua apapun caranya, karena
Papua adalah bagian dari keluarga Melanesia,” tegasnya membantah. (RS)


Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar