Merauke, PacePapushare - KNPBNews Merauke, (28/05/). Aksi Penolakan Tehadap KNPB dan ULMWP oleh kurang lebih 30-50 orang yang mengatasnamakan tokoh masyarakat dan mahasiwa asli Papua didepan tugu Pepera kota Merauke hanyalah skenario dengan berbagai trik penipuan, pemaksaan dan ancaman terhadap masyarakat dan mahasiswa dalam skenario kegiatan itu.
Menurut laporan dan pengakuan 4 warga masyarakat yang merasa ditipu dan dipaksa ikut dalam kegiatan itu melaporkan kepada creuw KNPB Wilayah Ha' Anim. hari Sabtu Pukul 19:00 WPB.
Berikut dalam kesaksian dan laporannya : Awalnya kami disuruh kumpulkan sejumlah orang dan daftarkan nama-nama semua orang yang akan ikut kegiatan Ceromoni di simpang empat libra, dan salah satu dari kami menanyakan kepada Kopasus yang mengajak kami " kegiatan ceremoni dalam rangka apa?, Anggota kopasus itu menjawab " sudah ikut saja, disana kita siap makan dan uang transportasi sekaligus kita nanti mau ambil gambar untuk dokumentasi kami". Setelah itu masyarakt diam dan ikut pergi menggunakan mobil picup dengan tujuan ikut acara ceremoni namun tempat belum diketahui.
Setelah mobil berhenti, ternyata bukan tempat yang diperkirakan masyarakat namun didepan tugu Pepera, kami bingung dan bertanya, ada apa kah?, namun 2 Kopasus itu bilang "tidak apa dan ikut saja".
Selanjutnya aparat TNI/POLRI berpakaian preman yang sudah mendahului menempati kawasan tugu Pepera mengarahkan kami turun dari mobil dan ambil posisi berbaris bentuk huruf U.
Salah seorang anggota TNI/POLRI yang menggunakan topeng hitam itu datang langsung ambil sebuah spanduk yang telah disiapkan itu lalu membuka dan menyuruh kami pegang, lalu kami disuruh berjejer didepan tugu Pepera dan kami masyarakat semua dikurung oleh puluhan anggota Polisi dan Tentara berpakaian preman.
Anggota TNI/POLRI yang menggunakan topeng hitam itu menodong dan memaksa kami satu persatu untuk membaca isi dari pernyataan penolakan KNPB dan ULMWP yang telah disiapkan mereka namun kami tidak mau.
Tetapi salah seorang dari kami masyarakat yang namanya sebut saja Carlos Kambat karena ketakutan Ia terpaksa membaca pernyataan penolakan KNPB dan ULMWP dari beberapa poin penolakan itu dan Ia pun difoto oleh beberapa wartawan.
Juga Seorang dari kami yang namanya anggap saja Dariuz Gebze dipaksa pula oleh anggota yang bertopeng itu untuk memegang kedua kayu yang telah dipasang Bendera KNPB dan Bendera Bintang Fajar itu untuk segera dibakar. Pembakaran kedua bendera itu terus difoto oleh wartawan.
Sehabis pembacaan teks penolakan serta pembakaran Bendera KNPB dan Bendera Bintang Fajar, masyarakatpun disuruh pulang dirumah masing-masing dengan diberikan setiap orang uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).
Dia jua mengatakan. Akibat dari skenario kopasus ini, para masyarakat merasa menyesal, ditipu dan telah dipermainkan oleh skenario angkatan bersenta TNI/POLRI untuk menginjak-injak jati diri kami sebagai Orang Asli Papua. Kemudian masyarakat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang diluar dugaan mereka.
Berita ini ditulis dalam laporan yang diterima crew KNPB, untuk diketahui bersama apa yang terjadi sebenarnya di merauke tersebut.
Ketua Streeg Raad [PRD] Wilayah Merauke, Terkait Aksi Pembakaran Bendera KNPB dan Bendera Bintang Fajar adalah Skenario TNI / POLRI Stegmen Penolakan KNPB dan ULMWP.
Dia juga menyampaikan pesan kepada rakyat Bangsa Papua di Merauke kembali di tipu lagi oleh TNI/POLRI di tugu penipuan yaitu tugu Pepera, untuk generasi muda Papua harus tahu bahwa mereka dijebak dan dipakai untuk membakar bendera KNPB dan Bintang Fajar, ini adalah praktek pemerintah Indonesia yang pernah dilakukan kepada orang-orang tua kita pada tahun 1969 waktu Pepera di Papua yang penuh dengan penipuan, rekayasa, intimidasi, dan semua dengan tekanan Militer. [AN]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
BULSHIT!!!
BalasHapusManusia-manusia pengemis yang sok berkuasa
BalasHapuskembali di tipu lagi oleh TNI/POLRI di tugu penipuan yaitu tugu Pepera, untuk generasi muda Papua harus tahu bahwa mereka dijebak dan dipakai untuk membakar bendera KNPB dan Bintang Fajar, ini adalah praktek pemerintah Indonesia yang pernah dilakukan kepada orang-orang tua kita pada tahun 1969 waktu Pepera di Papua yang penuh dengan penipuan, rekayasa, intimidasi, dan semua dengan tekanan Militer.
BalasHapusProyek lagi.... Hahahhaahah basi lagu lama yang di aransemen oleh TNI/Polri
BalasHapusProyek lagi.... Hahahhaahah basi lagu lama yang di aransemen oleh TNI/Polri
BalasHapusJika papua merdeka dri nkri ..maka tidak mustahil pulau2 yg lain akn ikut memerdekakan diri ..dn nkri terbagi jadi beberapa negara ini yg di inginkan blok barat
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus