![]() |
| Saat membuka kantor perwakilan Papua Merdeka di Inggris, (28/4/2013) |
Rapat yang mendukung kemerdekaan Papua itu rencananya akan dihadiri sejumlah pemimpin negara di Pasifik, termasuk Perdana Menteri Tonga, Akilisi Pohiva.
Menteri urusan tanah Vanuatu, Ralph Regenvanu, akan turut serta dalam pertemuan tersebut sebagai wakil negaranya.
Kepada Radio New Zealand, Regenvanu mengatakan pertemuan itu akan membahas iklim politik seputar Papua Barat yang telah berubah secara signifikan selama setahun terakhir.
Tatap muka yang juga dihadiri pemimpin kelompok Free West Papua, Benny Wenda, itu akan pula mendiskusikan strategi dalam mengupayakan referendum kemerdekaan Papua Barat pada 2020.
IPWP didirikan oleh aktivis Papua Merdeka dan beberapa anggota parlemen dari Vanuatu, Inggris dan Papua Nugini pada 2008.
Kelompok ini terinspirasi oleh keberhasilan Parlemen Internasional untuk Timor Timur. Satu di antara pendirinya adalah Benny Wenda dari Wamena, Papua yang menetap di Inggris sejak 2002.
Dalam laman internet IPWP, terdapat 95 anggota parlemen dari berbagai negara yang mendukung kemerdekaan Papua, termasuk dari Inggris, Australia, Belanda, Papua Nugini, dan Vanuatu. (BBC Indonesia)

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
nasi uda mnjadie bubur,jdie tidak usah mimpi merdeka untuk tanah papua,klau mau pisah Dgn NKRI,akibatx kemerdekan Ppau sprti Timur leste,yg tidak ada Kemajuan sma skalie,
BalasHapusKata siapa? Jangan mau samakan Papua dengan Timor Leste.
HapusNKRI tinggal gigit jari saja jika Papua merdeka.
kita sekarang saudara rakyat papua... satukan suara apa yang ingin dikeluhkan kita tinggal bilang pak presiden , jgn samakan presiden sekarang dengan yang dahulu - dahulu...
BalasHapus