![]() |
| Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS). Foto: UCA News Agency |
Presiden Widodo berjanji lebih fokus pada pendekatan sosial- ekonomi untuk menyelesaikan masalah Papua.
Namun, Haris Azhar, Koordinator dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) mengatakan pelanggaran di Papua adalah terus merajalela karena mereka berada di bawah pemerintahan sebelumnya.
"Saya memeriksa data di kantor saya. Hal ini menunjukkan jumlah tahun lalu lebih dari 1.200 orang menderita pelecehan, pembunuhan, penyiksaan dan perlakuan buruk," katanya.
"Kami belum menempatkan isu-isu lain ke nomor ini, isu-isu ekonomi dan sosial."
Haris Azhar mengatakan pelanggaran ini sering dilakukan oleh aparat keamanan terhadap warga Papua untuk menggunakan hak mereka untuk kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul dan gerakan. [RNZ/MF]

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar