![]() |
| Tribunnews.com/Wahyu Aji |
Kepala Humas Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jeirry Sumampow berharap adanya refleksi atau evaluasi pendekatan yang selama ini dilakukan TNI terhadap warga Papua.
"Contohnya ketika warga Papua berunjuk rasa dengan jumlah 20 orang, yang berjaga tentara berjumlah 100. Itu terlihat berlebihan. Setiap rakyat Papua mau melontarkan aspirasi seperti ada tekanan, tidak bebas," ungkap Jeirry saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (6/10/2016).
Sementara pendiri Lingkar Madani (Ray Rangkuti) berharap pemerintah lebih sabar menghadapi warga Papua.
"Masalah di Papua sangat kompleks, butuh pendekatan budaya dan pendekatan lainnya," ungkap Ray.
Sumber : tribunnews.com

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Tidak ada komentar
Posting Komentar