![]() |
| Kepala BNPT, Saud Usman Nasution |
Jakarta, PacePapushare - Kepala Badan Nasional Penanggulangan
Terorisme (BNPT), Saud Ustman Nasution menegaskan dalam revisi undang-undang
terorisme semua warga negara yang pergi ke Suriah akan dideportasi. Apapun
alasannya.
“Yang pergi ke Suriah,
dengan alasan apapun, apakah mereka mencari pekerjaan atau menjadi fighter-fighter ini
kita harus lakukan upaya-upaya hukum. Dengan merevisi undang undang 2003 ini,
warga kita yang bergabung ke luar negeri bisa kita cabut kewarganegaraannya.
Sehingga dia yang kembali dari sana masuk ke Indonesia bisa kita proses hukum,”
katanya kepada para wartawan usai rapat bersama Komisi III di Jakarta pada
Senin (22/02).
Saud juga memaparkan perihal nasib orang yang dideportasi
lalu kembali ke Indonesia.
“Nanti dari penegak hukum dari kepolisian akan melakukan
investigasi. Bila mana itu cukup unsur untuk dipidanakan, akan dipidanakan.
Apabila tidak cukup unsur kita tetap melakukan dialog dan melakukan arahan
supaya tidak bergabung dengan kelompok itu,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Organisasi Papua Merdeka (OPM)
tidak bisa dikategorikan sebagai teroris. Sebab, menurutnya mereka terkait
dengan kepentingan politik.
“Jadi perbuatan-perbuatan yang terkait dengan politik tidak
kita masukkan kepada tindak terorisme tapi kepada perbuatan makar yang ingin
melepaskan diri dari NKRI. Dan ini akan diuji oleh jaksa atau hakim selaku yang
akan memutuskan nantinya. Tapi sampai saat ini, untuk kasus Papua tidak kita
kaitkan dengan tindak pidana terorisme, kenapa? Karena menyangkut pada kegiatan
politik yang ingin memisahkan diri pada NKRI,” paparnya.
Selain itu, Saud juga mengatakan bahwa BNPT membutuhkan
anggota yang minimal menguasai bahasa Inggris dan Arab. “Karena kita banyak
berdialog tentang agama kalau perlu alumni pesantren,” jelasnya.
Bila perlu, kata dia, surat Menpan (Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara) itu dicabut kembali agar kami bisa merekrut
sesuai kebutuhan kami. Selain itu juga kami butuhkan ada di masing-masing
propinsi kita bikin rayonisasi.
“Ada tujuh rayon di seluruh Indonesia kami kelompokan. Satu
rayon pun hanya butuh 15 orang dalam rangka mengkoordinir kader -kader kami di
masing-masing daerah. Karena memang terorisme ini ada di masing-masing daerah,”
ulasnya.
Reporter: Taufiq Ishak
Editor: M. Rudy
Sumber : kiblat.net
Orang beriman share informasi
yang benar

Channel News Papua. Under the auspices of PT. Papua Media. The network paper blog news from the land of Papua.
Ini yang namanya pemimpin , harus analisa maksud dan Tujuan peristiwa
BalasHapusPertama akli ini saya bisa meliha orang pemimpin yang punya keadilan yaitu:saud Usman
Kemerdekaan adalah harga mati, sampai anak cucu habis.
BalasHapusSangat benar Pak Usman, TPN OPM, KNPB dan lain-lain adalah organisasi politik murnih yang berjuang untuk memisahkan dari NKRI. Bukan Separatis, ISIS, Gerakan Pengacau Keamanan dan lain-lain yang dicap oleh Pemimpin-pemimpin Indonesia yang lain.
BalasHapusSangat betul pak saud usman
BalasHapus